Senin, 27 Maret 2023

11.8 Arsitektur dan Street fotografi

Street fotografi adalah gaya fotografi yang mengambil subjek di lingkungan perkotaan atau jalanan, yang melibatkan orang, bangunan, kendaraan, dan elemen-elemen lain yang ditemukan di jalanan. Fotografi jalanan menangkap momen-momen kehidupan sehari-hari di kota yang sibuk dan berisik, dan memotret keindahan dan keunikan yang terdapat di antara kekacauan dan kerumunan.

Sebagai fotografer jalanan, kamu perlu memahami keadaan sekitar dan selalu siap mengambil gambar saat momen yang tepat terjadi. Berikut adalah beberapa tips untuk mengambil foto jalanan yang bagus:

Siapkan perlengkapan kamera yang  Mudah Dibawa

Pilihlah perlengkapan kamera yang mudah dibawa dan ringan untuk membantu kamu bergerak dengan cepat dan bebas di sekitar area perkotaan. sepeti tripod jika sewaktu2 kamu ingin foto dengan pengaturan Slow shutter (Baca : Shutter speed)

Fokus pada Detail

Fokus pada detil kecil dalam lingkungan perkotaan seperti jendela toko, tangga, dinding, atap, dan lampu jalanan. Dengan memperhatikan detil kecil ini, kamu dapat menemukan keindahan yang tersembunyi di sekitar lingkungan perkotaan.

Manfaatkan Cahaya

Cahaya adalah faktor penting dalam fotografi jalanan. Cobalah untuk menangkap momen ketika cahaya matahari bersinar terang atau ketika cahaya lampu jalan memberikan efek dramatis pada lingkungan sekitar.

Perhatikan Komposisi

Komposisi yang baik dapat membantu menciptakan foto yang menarik dan indah. Cobalah untuk memotret subjek dengan latar belakang yang menarik, seperti bangunan kuno atau grafitti. (baca tentang : Komposisi)

Ambil Foto dengan Teknik Berbeda

Coba eksperimen dengan teknik fotografi berbeda seperti slow shutter speed, motion blur, dan black and white. Hal ini dapat memberikan efek yang menarik pada foto jalanan.

foto by : Ahlan 

Jadilah Netral dan Hormati Privasi Orang Lain

Sebagai fotografer jalanan, kamu harus bersikap netral dan menghormati privasi orang lain. Jangan mengambil foto orang secara sembarangan tanpa persetujuan mereka. Kamu juga harus menghindari mengambil foto anak-anak tanpa izin orang tua mereka.


foto by : Ahlan 

foto by : Ahlan 

Dalam fotografi jalanan, kamu bisa mengekspresikan diri secara kreatif dan menangkap keindahan di lingkungan perkotaan. Dengan praktek dan pengalaman, kamu dapat menghasilkan foto-foto yang indah dan memukau.


Baca juga

Perbedaan Street fotografi dan Human Interest 

Street photography dan human interest photography adalah dua gaya fotografi yang sering kali dikelompokkan bersama karena keduanya menangkap momen yang tidak diatur atau tidak dipersiapkan terlebih dahulu. Namun, terdapat perbedaan mendasar antara kedua gaya fotografi tersebut.

Street photography adalah jenis fotografi yang fokus pada kehidupan sehari-hari di jalanan. Fotografer street photography berusaha menangkap momen yang unik, menarik, dan mencerminkan kehidupan di kota. Foto-foto yang dihasilkan dari gaya ini sering kali menampilkan adegan kota, orang-orang yang melintas, dan situasi kehidupan yang terjadi di tempat-tempat publik.


contoh foto human interest

Sementara itu, human interest photography adalah jenis fotografi yang fokus pada orang dan cerita di balik mereka. Fotografer human interest berusaha menangkap emosi, perjuangan, dan kisah hidup yang unik dari orang-orang yang mereka temui. Foto-foto yang dihasilkan dari gaya ini sering kali menampilkan orang-orang dari latar belakang yang berbeda, serta kejadian yang terkait dengan kehidupan manusia, baik itu kejadian positif maupun negatif.

Perbedaan mendasar antara street photography dan human interest photography adalah pada objek yang difokuskan. Street photography fokus pada kehidupan di jalanan dan adegan kota, sedangkan human interest photography fokus pada orang dan cerita di balik mereka. Namun, kedua jenis fotografi ini dapat saling melengkapi dan memperkaya hasil foto yang dihasilkan.

Etika dalam Fotografi 

Berikut adalah beberapa prinsip yang dapat menjadi pedoman untuk fotografer:

Hak Privasi

Setiap orang memiliki hak privasi yang dilindungi oleh undang-undang. Sebagai fotografer, kamu harus menghormati hak privasi seseorang. Jika kamu ingin mengambil foto seseorang, pastikan kamu meminta izin terlebih dahulu dan menjelaskan tujuan dari pengambilan foto tersebut.

Izin dari Orang Tua

Ketika mengambil foto anak-anak, kamu harus mendapatkan izin dari orang tua atau wali mereka terlebih dahulu. Anak-anak dianggap sebagai kelompok yang lebih rentan, dan undang-undang melindungi privasi mereka secara khusus.

Tidak Mengambil Foto yang Melecehkan atau Memfitnah

Fotografer harus menghindari mengambil foto yang melecehkan atau memfitnah seseorang. Foto yang memperlihatkan seseorang dalam situasi yang tidak menguntungkan atau yang merusak reputasi mereka dapat dianggap sebagai tindakan melanggar hukum.

Tidak Mengambil Foto di Tempat yang Tidak Diizinkan

Beberapa tempat dapat memiliki aturan khusus tentang pengambilan foto di dalamnya, seperti museum, galeri seni, dan tempat-tempat ibadah. Sebagai fotografer, kamu harus mematuhi aturan-aturan ini dan tidak mengambil foto di tempat-tempat yang tidak diizinkan.

Menghormati Hak Cipta

Ketika mengambil foto orang, fotografer juga harus menghormati hak cipta orang tersebut. Jika seseorang meminta kamu untuk tidak mempublikasikan atau menggunakan foto mereka, maka kamu harus menghormati permintaan tersebut.

Menghindari Pengambilan Foto Tanpa Izin di Tempat Umum

Meskipun di tempat umum, ada beberapa situasi di mana mengambil foto tanpa izin dapat dianggap sebagai tindakan melanggar privasi seseorang, seperti saat seseorang sedang dalam kondisi yang rentan atau sedang melakukan aktivitas pribadi yang sensitif.

bagikan artikel ini dan follow blog ini. jika kamu senang dengan artikel ini ?

Pengikut