Selasa, 17 Mei 2022

1.3 Apa itu Shutterspeed

ShutterSpeed adalah lamanya waktu Shutter/rana terbuka dan menutup untuk memasukan cahaya kedalam film atau digital sensor yang terdapat di dalam kamera kalian ketika tombol shooter ditekan. 
Shutter/rana merupakan sebuah perangkat pada kamera seperti halnya sebuah daun pintu bagi cahaya untuk masuk kedalam hingga menyentuh sensor kamera, buka tutup Shutter dapat dilakukan baik secara mekanik maupun secara elektronik tergantung fitur yang disediakan pada kamera kalian. 
  • Mirip dengan aperture, akan ada tombol pada kamera yang digunakan untuk mengatur kecepatan rana. Karena setiap merk dan type berbeda letak pengaturan menu dan tombolnya nya maka Silahkan baca petunjuk manual pada masing-masing kamera kalian. (Baca: Anatomy Camera)
  • Pengaturan ShutterSpeed menggunakan satuan detik. 
  • Batas kecepatan batas maksimal dan minimal ShutterSpeed tiap kamera berbeda tergantung spesifikasi masing-masing kamera.
  • Jika dalam settingan dibuat 1/500 detik artinya ShutterSpeed melakukkan aksi membuka kemudian menutup kembali dalam kecepat 1/500 detik ketika tombol Shutter di tekan. 
  • ShutterSpeed mempengaruhi besaran jumlah cahaya yang diserap oleh sensor.  semakin tinggi  kecepatan nilai ShutterSpeed = semakin sedikit cahaya yang diserap sensor dan semakin  lambat kecepatan ShutterSpeed = semakin banyak cahaya yang diserap sensor dan hasil foto semakin terang.
  • Pada kamera DLSR/Mirroless Shutter/rana juga akan terbuka saat melakukan proses pengukuran cahaya/ Light Metering. 
gambar diatas merupakan Ilustrasi Pengaruh kecepatan shutter terhadap foto yang dihasailkan


Berapa nilai  ShutterSpeed yang ideal?

tidak ada angka pasti berapa nilai ShutterSpeed yang ideal, semua tergantung dari kondisi cahaya sekitar dan effek yang akan di hasilkan dari foto. Ada  Beberapa tips dalam penggunaan ShutterSpeed :
  1. Jika ingin membekukan sebuah objek yang bergerak Gunakan ShutterSpeed yang tinggi. sekitar 1/250-1/8000, tergantung seberapa cepat objek bergerak.
  2. Jika kamera di pegang dengan tangan (Tanpa menggunakan tripod) kecepatan minimal adalah 1/80. lebih dari itu gunakan tripod agar menghasilkan gambar yang tidak goyang/shake.
  3. ShutterSpeed lambat antara 1/80 kebawah biasanya digunakan untuk :
    • Foto malam hari karena cahaya malam relatif kurang, dan bisa menghasilan foto lighttrail atau strat trail.
    • Foto landscape dengan objek air terjun atau sungai, agar menghasilkan bentuk air yang lembut. Biasanya kalau siang hari, penggunaan ShutterSpeed yang lambat bisa mengakibatkan overExsposure. sehingga perlu ditambahkan filter ND (Baca : Asesories pada kamera dan fungsinya) untuk mengurangi cahaya yang masuk kedalam sensor.
  4. ShutterSpeed Cepat antara 1/80 -1/8000. Biasanya digunakan untuk :
    1. Foto Sport/Olahraga karena objek cenderung bergerak.
    2. Foto freezy/Membekukan objek, seperti percikan air pada gelas. 
  5. Penggunaan Shutter yang tinggi, mengakibatkan cahaya yang masuk ke sensor sedikit, dan bisa mengakibatkan UnderExsposure, jadi pastikan cahaya pada objek yang akan di foto cukup terang, 
  6. Jika cahaya sekitar kurang mendukung untuk penggunaan ShutterSpeed yang tinggi yang bisa  kalian lakukan adalah :
    1. Tambahkan cahaya buatan dengan menggunakan flash Light atau lampu tambahan untuk menghasilkan foto dengan exsposure yang cukup.
    2. Gunakan Aperture dengan bukaan lebar karena semakin lebar bukaan semakin banyak jumlah cahaya yang masuk (Baca : Apa itu Aperture)
    3. Naikan kepekaan sensor dengan menaikan Nilai ISO (Baca : Apa itu ISO)
Yuk baca materi selanjutnya :
Atau lihat untuk memilih secara lengkap bagian-bagian materi yang diinginkan. di sini .

Pengikut