Selasa, 17 Mei 2022

1.10 LANJUTAN: Dynamic Range

Rentang dinamis (Inggris: dynamic range) adalah istilah yang dipakai di berbagai bidang untuk menjelaskan rasio sekumpulan bilangan dari nilai terbesar dan terkecil. Ukuran yang dipakai adalah rasio, base-10 (decibel), base-2 (doubling, bits dan stops). 
Mata manusia memiliki rentang dinamis visual yang sangat tinggi. Mata dapat melihat objek di siang hari dan objek yang teriluminasi 1/1.000.000.000 nya dengan jelas, walaupun untuk itu mata membutuhkan waktu penyesuaian. 

Hingga saat ini, peralatan elektronik masih belum dapat mendekati rentang dinamis visual manusia, sebagai contoh, layar LCD yang bermutu memiliki rentang dinamis 1000:1 (contrast ratio adalah nama komersial rentang dinamis, yang berarti kapasitas rasio luminasi antara nilai maksimum dan minimumnya), beberapa sensor CMOS muktahir saat ini memiliki rasio 11.000:1. Wikipedia

Dynamic Range (Rentang Dinamis) adalah jangkauan atau perbedaan antara nilai terang dan gelap dalam sebuah gambar atau foto. Secara sederhana, dynamic range mengukur seberapa besar perbedaan antara area yang paling terang dan area yang paling gelap dalam gambar.

Dynamic range penting dalam fotografi karena mempengaruhi kualitas gambar, terutama ketika foto diambil dalam kondisi pencahayaan yang sulit atau kontras tinggi. Semakin tinggi dynamic range sebuah kamera, semakin banyak detail yang dapat ditangkap pada area yang terang dan gelap pada foto.

Dynamic range juga berkaitan dengan kemampuan kamera untuk menangani daerah yang sangat terang dan sangat gelap dalam satu frame. Kamera dengan dynamic range yang baik dapat menangkap detail pada kedua area tersebut tanpa overexpose atau underexpose pada gambar. Hal ini memungkinkan fotografer untuk menghasilkan foto yang lebih berkualitas dan memiliki nuansa yang lebih baik.

Beberapa faktor yang mempengaruhi dynamic range dalam fotografi adalah:

  1. Sensor kamera: Sensor kamera adalah salah satu faktor terpenting yang mempengaruhi dynamic range. Semakin besar ukuran sensor kamera, semakin besar pula kemampuan kamera untuk menangkap detail pada area yang terang dan gelap dalam satu frame.
  2. Teknologi sensor kamera: Ada beberapa teknologi sensor kamera yang dapat meningkatkan dynamic range, seperti teknologi BSI (backside illuminated), teknologi Dual Gain Output (DGO), dan teknologi HDR (High Dynamic Range).
  3. Pengaturan ISO: ISO mengacu pada sensitivitas sensor kamera terhadap cahaya. Semakin tinggi pengaturan ISO, semakin banyak detail yang dapat ditangkap pada area yang terang dan gelap dalam satu frame, namun peningkatan ISO juga dapat meningkatkan noise pada gambar.
  4. Pengaturan shutter speed: Shutter speed mengacu pada waktu eksposur kamera saat mengambil gambar. Jika shutter speed terlalu lama, maka area yang terang dapat terlalu terang dan area yang gelap dapat terlalu gelap, sehingga mengurangi dynamic range.
  5. Pengaturan aperture: Aperture mengacu pada bukaan lensa saat mengambil gambar. Semakin besar aperture, semakin banyak cahaya yang masuk ke sensor kamera, namun pengaturan aperture yang terlalu besar dapat mengurangi depth of field dan membatasi dynamic range.

Yuk baca materi selanjutnya :

Pengikut