Rabu, 18 Mei 2022

Shooting Portraits with a Wide vs. Telephoto Lens

2.12.Shooting Portraits with a Wide vs. Telephoto Lens

2.11 Shapes in Compositions

Shapes in compositions merujuk pada penggunaan bentuk-bentuk geometris (lingkaran, segitiga, persegi, dll.) dalam sebuah komposisi atau tata letak dalam seni visual, termasuk dalam fotografi. Bentuk-bentuk ini dapat digunakan untuk menarik perhatian penonton ke titik-titik fokus dalam gambar, menambah keindahan visual, serta memperkuat struktur dan arah dalam sebuah komposisi.

2.9 Pentingnya Background dalam fotografi

2.9 Pentingnya Background dalam fotografi

2.10 PRO TIP: Creating Depth with Layering

2.10 PRO TIP: Creating Depth with Layering

2.8 Perspective & Angle

2.8 Perspective & Angle

2.7 Assignment: Composition Activity

2.7 Assignment: Composition Activity

2.6 Balance dan Symmetry

2.6 Balance & Symmetry

2.5 Leading Lines

2.5 Leading Lines

2.2 Rule of Thirds

Kali ini, saya ingin berbagi sedikit mengenai aturan / prinsip rule of thirds (ROT). Cara atau teknik ini merupakan salahsatu cara yang paling mudah untuk meningkatkan kemampuan foto kalian dengan menerapkan prinsip ‘rule of thirds’ saat sedang mengambil gambar. 

2.3 Golden Ratio

2.3 Golden Ratio

2.4 Negative Space

Negative space atau sering disebut juga sebagai ruang negatif dalam fotografi adalah area kosong di sekitar atau antara subjek utama dalam sebuah foto. Komposisi negative space merupakan teknik komposisi yang memanfaatkan ruang negatif ini untuk menekankan atau memperkuat subjek utama. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan negative space dalam fotografi:

2.1 Apa itu Komposisi?

Komposisi di dunia fotografi adalah cara menata elemen-elemen dan memposisikan objek utama dalam bingkai kamera yang di padu-padankan dengan objek lainnya di sekitar objek utama. Yang bisa memberi kesan, rasa, menciptakan harmoni dan arti penting pada sebuah foto.

Dalam perawatan


Maaf ! Halaman ini  sedang dalam proses perawatan, Silahkan telusuri artikel lainnya disini, atau kalian bisa lihat daftar isi. 
Klik tombol berlangganan untuk mendapatkan notifikasi, untuk mendapatkan update terbaru dari blok ini. Jika kalian menggunakan HP silahkan klik tombol tampilan WEB yang berada di bawahnya untuk menapilkan semua daftar menu yang terdapat di blog ini. 

Selasa, 17 Mei 2022

1.13 apa itu Exposure Stop

Exposure Stop adalah istilah dalam fotografi yang mengacu pada pengaturan nilai eksposur pada kamera yang dapat mengubah jumlah cahaya yang diterima oleh sensor gambar. Satu Exposure Stop (EV) mengacu pada pengaturan yang menggandakan atau mengurangi jumlah cahaya yang diterima oleh sensor gambar, dan setara dengan mengubah nilai shutter speed, aperture, atau ISO kamera.

1.12 Membaca Exposure pada Histogram

Histogram adalah grafik yang menunjukkan eksposur setiap bagian pada foto kalian.

Histogram barangkali adalah salah satu konsep yang cukup membingungkan, akan tetapi memahami konsep histogram adalah hal yang sangat penting jika ingin memahami fotografi digital secara utuh. Dengan melihat histogram sebuah foto, kita bisa mengetahui apakah foto tersebut memiliki exposure yang pas atau tidak, kita bisa tahu apakah cahaya yang ada dalam foto keras atau flat (datar), yang pada akhirnya bisa menentukan proses editing mana yang paling pas untuk foto bersangkutan. 

Konsep histogram 
Oke, konsep dasarnya begini: Sebuah foto terdiri atas sejumlah banyak piksel dan setiap piksel memiliki elemen warna yang dihasilkan oleh campuran warna utama: Red – Green dan Blue (RGB). Masing-masing warna RGB tadi memiliki tingkat terang-gelap yang bernilai 0 sampai 255. Saat kita menghasilkan sebuah foto, komputer atau prosesor dalam kamera digital akan membaca nilai gelap-terang (tonal) yang 0 sampai 255 tadi. Hasil bacaan ini kemudian dikeluarkan dalam bentuk grafik, dan. dan grafik inilah yang kita sebut histogram. Lebih jelasnya dibawah ini. Bagaimana Cara Membaca Histogram?





Perhatikan grafik diatas. Cara membacanya adalah mata kita bergerak dari kiri ke kanan. Grafik tersebut mewakili tingkat gelap-terang masing-masing piksel. Ujung kiri grafik mewakili hitam sempurna, ujung tengah mewakili abu-abu (mid tone) sementara ujung kanan mewakili putih sempurna. Dalam satu titik, ketinggian grafik mewakili jumlah piksel dalam tone tersebut. 

Karena daerah sebelah kiri mewakili hitam/gelap, berarti jika foto kita cenderung gelap (low key) maka histogramnya akan cenderung tinggi disebelah kiri. Kalau foto kita cenderung terang (high key), maka histogramnya cenderung tinggi disebelah kanan.

Yuk baca materi selanjutnya : 

1.11 HDR dan Bracketing

 1.11 HDR dan Bracketing

Fotografi HDR adalah teknik editing foto yang menggabungkan beberapa eksposur ke dalam satu gambar. 

Exposure bracketing adalah teknik mengambil beberapa bidikan dari gambar yang sama, untuk menghasilkan  bidikan tunggal yang menghasilkan pencahayaan yang optimal. 
Biasanya teknik breackating digunakan untuk mengambil objek yang memiliki kondisi highlight dan shadow yang tinggi. misalnya pemandangan/landscape. 
Pada kasus foto landscape saat siang hari, ketika kita naikan nilai exsposure untuk mengambil detail pepohonan dan pemandangan bawah, detail langit menjadi berkurang, sementara jika kita turunkan nilai eksposure agar detail awan makin jelas akibatnya pada bagian bawah area pepohonan menjadi gelap. maka untuk men-siasati hal tersebut maka teknik breackating kita gunakan. 
Teknik bracketing adalah teknik pemotretan /pengambilan foto dengan mengambil dua foto atau lebih, dengan masing-masing mengekspos ke Highlight & Shadow secara otomatis kemudian digabungkan dengan teknik HDR pada saat proses editing
akan tetapi di bebrapa kamera saat ini sudah terdapat fitur breackating, dimana kamera secara otomastis mengambil foto 2 atau lebih yang kemudian mengabungkannya pasaca pengambilan foto tanpa proses editing

  • HDR adalah teknik pasca pengambilan foto/Teknik editng, 
  • Sedangkan bracketing adalah teknik pemotretan /pengambilan foto dengan mengambil dua foto atau lebih, dengan masing-masing mengekspos ke Highlight & Shadow secara otomatis. 
  • Gunakan tripod  - lihat lebih banyak di bagian pengeditan kursus.
Yuk baca materi selanjutnya :

1.10 LANJUTAN: Dynamic Range

Rentang dinamis (Inggris: dynamic range) adalah istilah yang dipakai di berbagai bidang untuk menjelaskan rasio sekumpulan bilangan dari nilai terbesar dan terkecil. Ukuran yang dipakai adalah rasio, base-10 (decibel), base-2 (doubling, bits dan stops). 

1.8 LANJUTAN: Exposure Compensation

Exposure Compensation/Kompensasi pencahayaan digunakan untuk mengubah pencahayaan dari nilai yang dipilih oleh kamera,

1.7 LANJUTAN: Metering Modes

Ini adalam materi lanjutan tentang metring mode, jika kalian langsung mendapati materi di halaman ini di sarankan untuk membaca materi metering mode sebelumnya dengan menklik link nya di sini

Mode pengukuran mengacu pada cara bagaimana kamera menentukan paparan. Kebanyakan kamera terdapat empat metode pengukuran  (Metering Mode) yang disediakan untuk mengukur kecerahan subjek. Yaitu :

1.6 Penggunaan Light Meter

Light meter adalah fitur pada kamera yang digunakan untuk mengukur jumlah cahaya yang masuk kedalam sensor. 

1.5 Segitiga eksposur

Jika kalian langsung mendapati halam ini , ada baiknya kalian membaca artikel sebelumnya terkait Aperture, ISO dan ShutterSpeed, agar lebih mudah dalam mengikuti materi pada artikel kali ini.

1.4 Apa itu ISO

Seperti yang sudah dibahas sebelumya, bahwa yang mempengaruhi gelap dan terang hasil foto itu terdiri dari 3 komponen yaitu, Aperture, Shutter Speed dan ISO (Segitiga exspusure) dan pada postingan ini kita akan membahas tentang ISO, ISO adalah sensitivitas cahaya dari film atau sensor pada kamera.

1.3 Apa itu Shutterspeed

ShutterSpeed adalah lamanya waktu Shutter/rana terbuka dan menutup untuk memasukan cahaya kedalam film atau digital sensor yang terdapat di dalam kamera kalian ketika tombol shooter ditekan. 

Senin, 16 Mei 2022

1.2 APA ITU APERTURE ?

Salah satu syarat untuk menghasilkan sebuah karya fotografi yang keren adalah pengaturan gelap terang yang tepat pada sebuah foto agar bisa sesuai dengan konsep dan tema yang ingin disampaikan. dan yang mempengaruhi gelap terang sebuah foto  ada tiga komponen yaitu :

  1. Aperture 
  2. ShutterSpeed dan
  3. ISO  

Apa itu Aperture?

Aperture adalah lubang atau bukaan pada lensa yang akan dilalui cahaya agar sampai pada sensor kamera.  sperti halnya iris mata kita yang bisa membesar dan mengecil berdasarkan kondisi cahaya sekitar sehingga menghasilkan visual yang nyaman untuk dilihat. 

Pada lensa kamera terdapat komponen berupa blade (lihat juga bagian anatomi kamera ), yang secara umum bisa di atur besar kecilnya bukaan (aperture) pada lensa. satuan yang digunakan dalam pengaturan aperture adalah f/Stop atau f/number.

    • f-number yang dengan nilai kecil = aperture /  bukaan lensa menjadi semakin besar 
    • f-number yang dengan nilai besar = aperture /  bukaan lensa menjadi lebih kecil.
  • Rentang nilai perture tergantung pada fitur lensa lensa kamera yang kalian gunakan -  lihat juga bagian anatomi kamera . karena nilai maksimal dan minimal dari dari bukaan lensa tergantung type lensa kamera yang kalian gunakan. jadi saat membeli lensa pastikan apakah nilai aperture maksimal sdh sesuai dengan yang kita inginkan.
  • metode atau cara merubah nilai aperture tergantung dari jenis lensa yang digunakan, jika lensa digital, pengaturannya dilakukan pada menu yang terdapat di bodi kamera, sedangkan lensa manual biasanya terdapat ring  pada pada body lensa yang dapat diputar.  
  • lensa kit adalah lensa yang biasanya disertakan satu paket pembelian kamera, biasanya lensa Kit nilai aperturenya tidak terlalu besar. Berkisar antara f/3.5 - f/22.

Pengaruh nilai Aperture terhadap hasil foto

Nilai Bukaan makin besar  Nilai Bukaan Makin Kecil
  • Gambar makin terang 
  • Gambar makin gelap
  • Background/Forground makin blur
  • Background/forground makin Fokus
  • Rentang Fokus makin sempit
  • Rentang Fokus makin luas

Perhatikan tabel:

  • Aperture dengan bukaan lebar menyebabkan depth of field yang lebih dangkal atau ruang fokus menjadi lebih sempit dan mengakibatkan bagian belakang menjadi semakin Blur, ini lebih sering digunakan untuk foto potrait. 

Berikut ini adalah contoh penggunaan lensa dengan bukaan lebar  f`/1.8 

(Image By : Petualang Amatir)

  •  Aperture  dengan nilai lebih kecil menyebabkan depth of field yang lebih dalam atau ruang fokus menjadi lebih luas. Biasanya sering digunakan untuk foto pemandangan atau interior, karena pada bagian belakang objek (Background maupun forground semakin jelas dan detail). 

Berikut ini adalah contoh penggunaan lensa dengan bukaan kecil  f`/22

(Image By : Petualang Amatir)

Tips : 

Jika ingin menggunakan settingan kamera dengan bukaan lebar, karena ingin menghasilkan background yang blur dan bokeh, tapi mengakibatkan hasil foto menjadi over exsposure atau terlalu terang. maka lakukan pengaturan pada ShutterSpeed dan ISO untuk mengurangi kecerahan pada foto. 

Yuk baca materi selanjutnya :

Untuk lebih memahami peran pentingnya ISO pada sebuah foto, silahkan tonton video dibawah ini. jangan lupa, like, komen dan subscribenya ya. jika kalian tertarik dengan artikel dan video ini, silahkan bagikan kepada teman, sahabat dan orang-orang terdekat kalian agar makin banyak orang lain yang mendapatkan manfaat dari video dan artikel ini. untuk materi selanjutnya :

1.1 APA ITU EKSPOSUR?

Fotografi berasal dari kata Foto yang berati Cahaya dan Grafic yang berarti Gambar atau lukisan. Jadi Fotografi berarti Seni melukis Cahaya. Oleh karena itu dalam fotografi kita harus peka terhadap keadaan sumber cahaya yang ada. Sebelum mulai memfoto kita harus mengatur kamera agar bisa menyesuaikan dengan cahaya yang ada, baik cahaya buatan maupun cahaya alami .

Minggu, 15 Mei 2022

DAFTAR ISI


Pengikut